Aku menantimu disini ^_^

Senin, 02 Desember 2013

Mimpi dan senja

selalu menatap senja
menatap keindahan yang anggun dan jingga
memandang dengan penuh cemas dan harap
jauh angan melayang untuk dapat terbang
menghampirinya dan menyentuhnya
jalan ke atas ke samping ke bawah terasa sama ketika tak dapat satupun asa yang bertahan
pergi mencari apa arti senja untukku
untuk ku melangkah menjauh dari setapak kecil
ingin melebar menjauh menuju angkasa.
atas anganku aku hidup
berjuang menuju senja yang indah dan berwarna
meski harus membayar dengan keringat dan tenaga
aku dan sebuah mimpiku disana, jauh keatas
aku akan terbang berkeliling anganku
untuk kutaklukan, angan mana yang terlebih dulu akan kugenggam


#sepucuk surat disenja jingga

Kamis, 28 November 2013

Bagian Itu

haiii masa laluku
apa kabarmu saat ini ?
masih kah kau seperti itu ?
terus membelunggu dan menyusahkan?

berusaha melepasmu itu memang tak mudah,
jauh dari lorong waktu ini
terkadang aku ingin kembali pada bagian itu
bagian yang tak akan pernah bisa kulupakan
ingin aku paused bagian itu
namun, takdir berkata, waktunya untuk pergi
tak ada yang bisa mengulurnya untuk ditahan

senyuman kecil, lekukan keriput, wajah yang terlihat pudar
badan yang tak lagi tegap,
raga yang tak lagi mampu menyangga
sukma yang ingin segera pergi





Ky. Sariman Sastrodihardjo

ahh... kenapa bagian itu yang selalu menghantuiku
atas dosa masa kecilku padanya
jauh aku ingn memeluknya mengatakan aku sayang padamu
maafkan dosaku ini..........

sudahlahhh.......
air mata tak ada lagi, lantunan lagu untunya di surga sana
aku hanya ingin bisa mewujudkan citamu
menjadi sosok yang bisa membanggakan

Deruku disini

sajak dingin itu mulai sirna,
terbawa arus angin yang mendera
terus menjauh dan mejauh
pergi berkelana mencari hinggapan baru
pada siapa dia akan berlabuh

jauh kutinggalkan langkah itu
mulai menepi dan berlari
membangun asa yang perna hilang
jauh jauh aku melangkah
sampailah aku disini
didunia seperti ini

jiwaku mulai tertanam disini
bersama mereka saling mengasihiku
aku berjuang untuk mereka
akan asa yang tak akan pernah sirna
dan semoga menjadi nyata


Duri itu makasih ya....

Runcing itu menusuk sampai tak terlihat
Sulit untuk dikeluarkan lagi
Kata-kata bualan itu selalu mengalir bak arteri yang pecah
Semua sudut berharap, dan mencoba berkata “ya”.
Tapi sadar, itu bualan bualan tak akan pernah menjadi omongan
Bak singa yang menjadi domba
Tapi duri itu aku “berterimakasih”
Atasmu menusukku, memberiku luka
Sekarang aku bisa menginjakmu, jauh masuk dalam tanah
Aku bisa bangkit, dan tak akan terpuruh lagi
Duri itu, makasih ya...
Menjadikanku kuat dan mampu menunjukakan inilah aku

Pantang menyerah dan pantang takut

Minggu, 12 Mei 2013

rasaku...

semua ku curahkan disini
ditempat ini, bersama air mata ini
tak mampu ak membunuh rasa itu
teramat sangat dalam untukku
jiwamu yang slalu bersemayam dalamku
ku coba kuatkan aku
tak akan menyiakan engkau kekasihku
sayang aku sungguh sayang
teramat sulit menyikapi semua
kuatkan aku buat aku memilikimu seutuhnya
bimbangku dalam deruku yang belum bisa berhenti


Senin, 22 April 2013

Jalan ini Sungguh Panjang "jl jogja-wonosari

Ku gantungkan setiap asa disini
disini dan disini
menunggu dimana saat nanti aku dapat meraihnya
dengan anggun dan penuh percaya
ku gantungkan asa ini setiap ku jlajahimu
dirimu, jalan ini dan asaku nanti
sungguh indah ketika menggelantung disana
terbesit keindahan ketika dapat memetiknya
satu demi satu dan akhirnya semua
coretan kecil mewarnai dinding langit
bergurat secercah senja
melengkapi langkahku
menuju asa
dinding langit yang  anggun menerima
memupuk rasa ingin segera mengambilnya


Senin, 03 Desember 2012

Tak ada KISAH di Bulan Desember



Tak ada KISAH di Bulan Desember
Penantian... tinggal sebuah ungkapan...
Janji tinggal sebuah ingatan
Kata sayang hanya bisa dikenang
Semuannya sirna, dalam sekejap
Tak tersisa.....
Tak ada lagi serpihan indah.. yang bertaburan
Tak ada lagi bintang dan bulan yang tersenyum
Tak ada lagi jiwa indah yang menerangiku
Di sudut – sudut hatiku hanya ada fatamorgana yang kelam
Tak ada bahasa yang mampu mengungkapkan itu
Semuannya kelam... dan semakin kelam
Aku sadar aku hanyalah debu di padang pasir...
Yang tak berguna... dan tak bernilai...
Namun dalam hatiku yang paling dalam
Aku mencoba menjadi yang terbaik untukmu
Tetapi jika memang tak ada celah lagi
Aku akan menunggu “golden angel” itu kembali...
Menyambutkuu......








Terlupakan




Terlupakan
Tak tersirat dibenakku
Tuk menghapus jejakmu
Tak pernah terlintas diotakku
Tuk melupakan bayangmy
Yang abadi dihatiku
Mengukir segenggam cerita
Waktu bersamamu
Saat terindahku
Denganmu
Kata yang terucap
Tak mudah dilupakan
Janji yang tersirat
Hanya bisa diingat
Tlah sirna
Berlalu sering berjalanya waktu

Bayangmu



Bayangmu
Rintik hujan samar
Seiring kilat menyambar
Terlukis dalam angan
Bayang yang ingin kulupakan
Cemeti dewa membahana diangkasa
Gantikan suaramu yang fana
Kucoba gantikan sosokmu
Dengan yang bisa menerimaku
Aku tak cukup sempurna
Dan takkan pernah bisa
Dan hati yang kau campakan
Takkan pernah kembali














Kepergianmu


Kepergianmu
Potretmu kupandang
Indah berbingkai emas
Ditemani pancaran redup lilin
Setangkai mawar putih tanda kasih
Melepas kepergianmu nan jauh
Tinggalkan luka menganga
Kubuka agenda kecilku
Mengenang memori indah bersamamu
Kini semua hilang
Takkan mungkin kembali
















Kau selalu berkuasa


Raja cinta
Kau selalu berkuasa
Merajai semua nafsu yang ada
Tak pernah pandang bulu siapaun dia
Tua, muda, kau jadikan korban
Korban kegilaanmu
Mreka terpesona, lengang,­­­­­terlena dengan pesonamu
Dazar... keparat kau
Karna kaulah nyawa tak berdosa mlayang
Nafsu bejadmu kau jadikan andalan
Tanpa ada ampun kau binasakan mreka
Hati suci yang tercipta, kini jadi kotor
Kotor, hina, tak berbuih
Kau kau kau sungguh munafik
Sampai kapan kau jajah insan mulia ini???

Percaya ???


Percaya ???
Satu kata yang menurutku adalah kata gila
Kau selalu berjasa ketika ada yang membutuhkan
Namuan kau juga menjadikan bumerang bagi orang yang ada disekelilingmu
Kau tak lebih dari seonggokan sampah di pinggir jalan
Yang tak punya harga sedikitpun
Entah siapa lagi yang akan memungutmu
Entah siapa lagi yang akan jadi korban dengan birahimu
Biadap kau
Bangsat kau
Karnamu takdir berjalan dengan baik
Penuh dengan liku – liku
Karnamu jua kau hancurkan masa indah mreka
Kenapa kau ada kau tak hanya seonggokan sampah tapi juga mahkluk hina
Yang tak berharga
Gara – gara kau banyak korban
Kau tak lagi dapat dijadika panutan
Kau tak pantas menyebut dirimu malaikat
Kau tak pantas disebut sebagai Tuhan karna kau bukan Tuhan
Bangsat kau................ 

Hitam putih


Hitam putih
Setitik noda yang membekas di antara sang langit
Sepercik hitam kelam menyelimuti
Tak dapat dipilah
Tak dapat dibagi
Tak dapat dibersihkan
Jalan menuju nirwana telah ternoda
Noda yang begitu tajam
Selalu mentap dengan penuh merah
Hitam kelam menjadikan semuanya
Hanya satu bermula dari satu titik
Namun... namun...
Membuat semuanya sirna dengan sejenak
Putih ternoda,
Suatu kesalahan yang tak pernah berujung
Dan tak pernah ada anti klimaks

Kenangan itu


Kenangan itu
Kenangan itu seakan kembali
Membangkitkan luka lama yang telah terpendam
Membuka jendela kelam kala itu
Bak dentuman keras menyayat hati
Mengingatkan akan kasih itu
Sakit tergores parang tajam
Tak dapat aku menguasai jiwaku
Aku aku aku semakin terpuruk
Aku ingin semua kembali
Membuka lembaran baru dengan kasih putih
Kenapa  kenapa engkau buat semua ini Tuhan
Aku tak mampu
Mengapa tak kau buat memori itu hilang ???
Mengapa mengapa mengapa Tuhan ???
Semakin lama semakin indah kenangan itu
Mampukah aku menguburnya, melupakannya

Semburat langit sore


Semburat langit  sore
Kelak dikemudian hari kau kan melihat
Suatu keajaiban dengan penuh makna
Keajaiban yang tak pernah kau rasakan sebelumnya
Dengan penuh tatapan indah
Kau pancarkan aura indah dilangit
Penuh warna dan penuh makna
Kaulah yang pertama menyapa
Menyambut kala itu dengan senyuman
Indah, elok, dan anggun
Tak dapat terlukis dengan kata – kata
Mulut ini terasa mengunci
Tak dapat bersua
Tak dapat bergerak
Tak dapat melangkah
Sungguh indah saat itu
Tak kala kau menampakkan sinarmu
Akankah hal itu terulang lagi???

Sajadah suci


Sajadah suci
Tergelar indah dengan penuh makna
Membentang diatas lantai putih
Penuh makna…
Sedang apakah engkau, ungkapku perlahan
Tak menjawab dan hanya bergeming
Terus terdiam dan terpaku
Tanpa reaksi dan tanpa aksi
Semakin kusulit memutar otak
Sedang apakah dia disana
Membawa sejuta misteri indah
Guratan nama terselip diantaranya
Membuat sang pujangga datang menyapa
Aku datang untukmu
Menghapus segala gundahmu
Memberimu kebahagiaan disisiku
Maukah kau memberikanku kepadanya???


Kasih putih


Kasih putih
Engkau datang  tak kala panah asmara menghampiri sang hanoman
Menusuk urat nadi yang terdalam
Menembus darah mengalir bersama sukma
Membelah jiwa menjadi berkeping – keeping
Kau tiupkan aroma surga cinta
Dengan penuh alur, kau mulai merasa
Degup jantung yang semakin cepat
Nadi seakan terhambat
Apakah ini kasih ???
Kau kah yang disana yang membuatnya
Asmara sang Shinta telah membara
Membawa keduanya ke alam raya
Mengikuti sepasang kupu-kupu
Terbang bebas tanpa ada rasa berat
Melenggang diudara dengan penuh cita
Tak ada penghalang yang berarti
Kasih itu putih, kasih itu nyata
Dan dya tak pernah dusta

Namamu dihatiku


Namamu dihatiku
Kegelisahan ini akhirnya terjawab
Kesedihan yang slama ini terpendam kini tlah pudar
Bahagia telah datang menyapa
Dengan alunan merdu dan angin berhembus
Kau ucapkan kalimat terindah untukku kenang
Jauh dari khayal jauh dari ke-fana-an
Itu nyata  dan inipun nyata
Kau dan kau tlah mengisi sudut sepi hati ini
Kegelapan yang melanda seketika berubah cerah
Menujukkan sosok berlian nan indah
Memancarkan kemilau sinarnya
Ukiran nama nan indah
Kini menghiasi rongga hati ini
Membuat sang shinta mabuk akan warnanya
Hanya ada satu bintang di hati
Yang tengah bersinar dan terus akan bersinar
Hingga nadi ini berhenti
itu engkau… kekasihku… 

Kisah sedih masa lalu


Kisah sedih masa lalu
Matahari seakan lenyap dari antariksa
Bulan seakan tak mampu bersinar
Dan bintangpu tak mampu membuat sinarnya
Semuannya kelam
Hitam pekat tanpa ada celah
Tak ada satu orangpun yang berani menatap
Tak ada burung yang berani berkicau
Tak ada ranting yang berani gugur
Mreka takut akan kegelapan
Mreka takut salah langkah
Mereka takut  dan takut
Tanpa ada perasaan, gelappun semakin menjadi
Tak peduli setan atau iblis mana yang hendak mampir
Tak ada sinar terang dilangit
Tak ada kasih di surga
Tak ada nirwana yang membuka pintunya
Sungguh kelam fana ini

Rintihan sang petua di akhir Desember


Rintihan sang petua di akhir  Desember
Detik telah berganti
Jaman telah berubah menjadi fatamorgana
Tak ada kisah yang nyata
Fakta yang tak kunjung terungkap
Kini tersisip dibalik guguran daun
Tak ada yang dapat dilontarkan
Kisah hidup macam apa ini?
Masa curam kembali terulang
Dengan penuh siksa kegelapan menyerang
Tak ada daya dan tak ada upaya
Tak ada lagi sepenggal kisah kasih untuk mereka
Tak ada cinta lagi untuk mereka
Desember awal dari kegopohan negri
Goyah dan semakin goyah
Tinggal menunggu satu tiang untuk hancur
Dan semakin hancur terpuruk

isi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management